Berpegang Teguh Pada Al-Quran

Ustad Ismail Yusanto mengisi kultum tarawih malam ini (27/3). Kultum menguraikan pentingnya umat memegang teguh AlQuran. Momen yg sangat tepat karena bulan Ramadhan disebut juga Syahrul Quran, bulan dimana turunnya Al Quran. Ustad menguraikan lebih jauh tentang wasiat Nabi  SAW diakhir hayatnya thdp 2 perkara:
1. Berpegang teguh kpd Quran
2. Berpegang teguh Kepada Sunah
Dengannya kita tidak akan tersesat secara abadi.

Contoh kongkrit dalam kehidupan saat ini, Ustad Ismail Yusanto menukil dari DR Ibrahim Khidir dimana saat ini sedang terjadi perang istilah/perang pemikiran, yg sdng diarahkan kpd Islam  untuk:
1. Menyimpangkan makna yg ada dlm AlQuran
2. Mendangkalkan AlQuran
3. Menghilangkan istilah (spt al kafir dgn  sebutan warganegara dsb)

Ada 1 istilah yg sangat penting dlm Quran “Al Fahisah” dlm kaitan dgn fenomena yg muncul yaitu LGBT. AlQuran dlam surah Al A’raf ayat 80-81 menjelaskan istilah Fahisah sebagai “perbuatan menjijikan”. LGBT saat ini sudah menjadi gerakan global yang memiliki tujuan nyata:
1. Legal acceptance/Penerimaan hukum (misal kasus nikah sesama)
2. Political acceptance (jumlah hrs banyak dengan cara penularan)
3. Social acceptance/diterima secara sosial (tdk dianggap pelaku kejahatan).

Contoh kerja nyata mereka dan berhasil di Indonesia yaitu Pengesahan RUU KUHP (dgn tdk adanya pasal pemidanaan thdp pelaku LGBT). Umat kehilangan makna krn kehilangan istilah dalam menyikapi proses pengesahan RUU tsb krn tdk merujuk kpd AlQuran yg jelas menyebutkan  Fahisah/perbuatan menjijikan. Oleh krn itu ustad berpesan umat harus waspada jangan karena tdk berpegang teguh terhadap AlQuran maka kehilangan pegangan dlm menilai suatu perkara penting dalam bernegara.

Di bulan Ramadhan ini semangat tdk hanya cukup mempelajari AlQuran dan mentadaburinya namun hrs diteruskan dgn berpegang teguh agar tdk tersesat selamanya

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top