


Ust. Drs. H. Qomarudin, MA menyampaikan kultum Tarawih pada Kamis 30/3 untuk menjadi orang yang lebih baik kuncinya adalah istiqomah. Ustad memaparkan secara gamblang dan runut bagaimana dengan istiqomah menggapai ketaqwaan kepada Allah.
Seorang ahli hikmah Luqmanul Hakim diabadikan Allah dalam Al Quran bahkan menjadi nama surat. Beliau seorang yang istiqomah berwasiat kepada putranya: “wahai anakku yang tersayang ketahuilah bahwa kehidupan didunia ini laksana samudra yang dalam. Telah banyak manusia tenggelam didalamnya. Jadilah batu karang yg kokoh tidak bergeser walau diterjang badai gelombang”. Lautan mengenal pancaroba maka begitu juga manusia. Kehidupan takluk kepada kehendak Ilahi Robi, antara senang susah, puas kecewa dll. Untuk itu setiap manusia harus memiliki landasan jiwa yang kokoh.
Istiqomah dalam bahasa artinya tegak lurus. Berdiri teguh diatas jalan yg lurus. Tegak tidak bergoncang dalam keadaan apapun juga. Orang harus memilikinya jiwa yang teguh walaupun dalam keadaan sulit. Allah memerintahkan kepada orang-orang mukmin untuk memiliki jiwa istiqomah baik dalam beriman, bertuhid, beribadah dll. Lurus, jujur, tulus, ikhlas memegang cita-cita dan tujuan. Tetap semangat jauh dari congkak, mengharapkan pujian, balasan, pangkat jabatan.
Istiqomah sumbernya adalah bulat dan mutlak kepada Allah SWT. Allah berfirman dalam surat Fusilat: “Tuhan kami adalah Allah tdk ada Tuhan kecuali Allah”. itu adalah iman sebagai fondasi untuk istiqomah yang kokoh dan kuat.
Dalam Al Quran (Ibrohim 24) iman dilukiskan laksana pohon yg baik banyak manfaatnya. Tersirat 4 ciri kebaikan:
1. Pohon itu indah sehingga mendatangkan kenikmatan padangan,
2. Teguh. Akarnya tertancap kuat tidak tumbang,
3. Meneduhi melindungi, rindang banyak orang berteduh termasuk mahluk-mahluk lain.
4. Berbuah, menghasilkan buah yg lezat dan dimikmati banyak manusia.
Orang yg istiqomah dalam QS Fussilat 30,31:
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ
|30|Orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah,” sebagai pengakuan atas kemahaesaan-Nya, kemudian menjalankan syariat-Nya secara istikamah, benar-benar akan selalu dikunjungi oleh para malaikat dengan mengatakan, “Kalian tak perlu merasa takut dengan kesusahan yang menimpa kalian, juga tak perlu bersedih dengan kebaikan yang tidak bisa kalian dapatkan. Sebaliknya, bergembiralah dengan surga yang dijanjikan kepada kalian melalui para nabi dan rasul.”
حْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ
|31|Para malaikat itu juga mengatakan, “Kami adalah penolong-penolong kalian di dunia, dengan memberikan dukungan, dan di akhirat dengan memberikan syafaat dan penghormatan. Di akhirat nanti kalian akan mendapatkan segala apa yang kalian sukai dan penghormatan yang kalian dambakan dari Tuhan yang ampunan dan kasih sayang-Nya amat luas.”
Ustad menjelaskan orang yang istiqomah turun malaikat kepadanya dan jangan takut menjalani hidup dan kehidupan dan jangan pula takut meninggalkan kehidupan dunia. Terimalah berita gembira menerima syurga. Dan kami malaikat sebagai pelindung kalian.
Sebagai penutup ustad berwasiat teruslah istiqomah untuk mencapai derajat taqwa. Senantiasa berbakti kepada Allah SWT. Dan Allah akan memberikan manfaat kepada banyak orang. Orang bertaqwa pasti mendapat kemenangan dunia dan akherat
